Kamis, 22 Agustus 2024

Pelaksanaan Rembuk Warga di RT 07 Dusun Cisantana



Mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) Moderasi Beragama kelompok 2 telah melaksanakan kegiatan Rembuk Warga yang diikuti oleh warga RT 07 Dusun Cisantana, Desa Cisantana di pos ronda, Kamis (25/07/24). Kegiatan rembuk warga ini menjadi tahapan selanjutnya dari siklus pertama Sisdamas.

Rembuk bersama warga RT 07 dusun Cisantana mendapatkan antusiasme dan masyarakat sangat aktif dalam menyampaikan aspirasinya berkaitan dengan potensi, hambatan, dan harapan. Salah satu harapan yang disampaikan oleh warga adalah perbaikan jalan karena jalan di sekitar RT 07 rusak. “ya pengennya si jalan di perbaiki gitu,” ucap salah satu warga RT 07.

Antusiasme masyarakat juga dirasakan oleh mahasiswa KKN Moderasi Beragama sebagai pihak penyelenggara. “aktif sih warganya, ga nyangka juga mereka bisa menyampaikan harapan terkait RT 07 kepada kita sebagai mahasiswa. Ya semoga kita bisa menjadi fasilitator sehingga harapan mereka dapat terwujud,” ucap Wanda Choirunnisa selaku mahasiswa KKN Moderasi Beragama desa Cisantana.

Pelaksanaan Pemetaan Sosial di RT 09 Dusun Cisantana


Siklus kedua Sisdamas yaitu pemetaan sosial telah dilakukan oleh kelompok 3 dusun Ciputri desa Cisantana di RT 09 dusun Cisantana, desa Cisantana, Sabtu (20/07/24). Kegiatan ini menjadi siklus selanjutnya setelah menyelesaikan siklus pertama.

Kegiatan pemetaan sosial ini dilakukan dengan mendatangi masing-masing rumah warga dan menananyakan data terkait dengan identitas, pekerjaan, pendidikan, dan lain sebagainya kepada masing-masing warga. Kegiatan ini juga menjadi momen mahasiswa KKN dan masyarakat berbaur sehingga silaturahmi menjadi semakin erat.

“Seru si menjalankan Sisdamas ini salah satunya pemetaan sosial karena kita ke rumah warga satu-satu jadi harapannya biar warga kenal kita juga. Nah itu bisa memudahkan kami melaksanakan program selanjutnya nih,” ucap Amelia Rahmadani selaku mahasiswa KKN Moderasi Beragama desa Cisantana.

Putri Mandini, UMKM yang Meproduksi Buah Tangan Khas Kuningan


Salah satu UMKM yang ada di dusun Ciputri desa Cisantana yaitu Putri Mandiri dikunjungi oleh mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) Moderasi Beragama, Kamis (22/08/24). UMKM Putri Mandiri bergerak di bidang makanan dengan mempproduksi gemblong asin dan manis yang terbuat dari singkong dan ubi ungu.

UMKM tersebut dimiliki oleh salah satu warga di RT 05 Dusun Ciputri, Desa Cisantana yaitu Yati. Gemblong ini ternyata menjadi salah satu buah tangan dari daerah Kuningan yang dipasarkan tidak hanya di daaerah Kuningan sendiri  melainkan juga daerah sekitarnya. “ya sampe keluar daerah Kuningan seperti Bogor, dan lain sebagainya,”, ucap Yati.

Kunjungan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Moderasi Beragama bertujuan untuk mengetahui proses produksi dan pemasaran gemblong. “mahasiswa berkunjung ke UMKM ini tidak hanya untuk belajar melainkan juga mencari pengalaman seputar bisnis dengan memanfaatkan hasil pertanian yang ada,” ujar Lalu Indra selaku Mahasiswa KKN Moderasi Beragama.

Kegiatan Sosialisasi dari Siklus Pertama Sisdamas disambut Positif Masyarakat




Kegiatan sosialisasi yang menjadi salah satu siklus pertama Sisdamas telah dilakukan oleh mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) Moderasi Beragama kelompok 8 di RT 06 dusun Ciputri, Desa Cisantana, Selasa (23/07/24). Kegiatan ini dilakukan ke rumah warga dengan mengunjungi rumah Ketua RT terlebih dahulu untuk meminta izin agar kegiatan tersebut dapat berjalan.

Kegiatan sosialisasi ini dilakukan secara bertahap dengan tujuan untuk memperkenalkan mahasiswa KKN kepada warga sekaligus menyampaikan terkait dengan proses selanjutnya di tahap pertama yaitu rembuk warga. Tempat dan waktu pelaksanaaan rembuk warga merupakan kesepakatan Bersama dari warga RT 06 Dusun Ciputri, Desa Cisantana.

Adanya sosialisasi kepada warga diharapkan menjadi langkah awal bagi mahasiswa KKN untuk menjalin hubungan yang baik dengan warga. “alhamdulilah kegiatan awal kami mendapatkan sambutan yang positif dari masyarakat dan itu bisa menjadi modal kami untuk menjalankan kegiatan selanjutnya,” ucap M. Fadhilah selaku mahasiswa KKN Moderasi Beragama desaa Cisaantana. 

Mahasiswa KKN Moderasi Beragaama dusun Ciputri telah melaksanakan kegiatan Rembuk Warga yang diikuti oleh warga RT 01 sampai dengan RT 06 dan berlangsung di madrasah Baitussalam dusun Ciputri, desa Cisantana, Sabtu (27/07/24). Kegiatan rembuk warga ini menjadi tahapan berikutnya dari siklus pertama Sisdamas.

Rembuk bersama warga Ciputri mendapatkan antusiasme dan masyarakat sangat aktif dalam menyampaikan aspirasinya berkaitan dengan potensi, hambatan, dan harapan. Salah satu hambatan yang ada di dusun Ciputri adalah kurang aktifnya pemuda. “untuk hambatan yang ada di sini si pemudanya kurang aktif,” ucap salah satu warga.

Antusiasme masyarakat juga dirasakan oleh mahasiswa KKN Moderasi Beragama sebagai pihak penyelenggara. “sungguh luar biasa antusiasme dari masyarakat sehingga memudahkan kami dalam memetakaan hambatan dan potensi yang ada di dusun Ciputri. Hal ini bisa menjadi modal kami untuk melaksanakan kegiatan selanjutnya dari Sisdamas,” ujar Dwi Aryanti selaku mahasiswa KKN Moderasi Beragama Desaaa Cisantana.

Refleksi Sosial Melalui Do’a Lingkungan



Kegiatan Do’a Lingkungan di RT 07 Dusun Cisantana, Desa Cisantana diikuti oleh umat Katholik dan juga dihadiri oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Moderasi Beragama Desa Cisantana, Rabu (14/08/24). Tujuan mahasiswa KKN mengikuti kegiatan tersebut untuk mengetahui seperti apa rangkaian do’a lingkungan sekaligus menjalin silaturahmi dengan umat Katholik.

Do’a lingkungan ini diawali dengan pembukaan yang dipimpin oleh Endang selaku Ketua RT 07. Setelah itu diisi oleh do’a-do’a dan juga pesan dari Alkitab yang ada korelasinya dengan kehidupan masyarakat. Warga pun diberikan waktu untuk menyampaikan pengalaman hidup yang berhubungan dengan pesan dari Alkitab.

Kegiatan ini diikuti secara khidmat tidak hanya oleh umat Katholik dari yang muda sampai yang tua, melainkan juga mahasiswa KKN Moderasi Beragama. “Dengan mengikuti kegiatan tersebut kita bisa belajar ternyata dengan adanya keberagaman agama, kita bisa menjadi lebih rukun tanpa mendiskriminasi perbedaan seperti apapun. Selain itu kita juga bisa menambah wawasan dengan berdiskusi bersama umat Katholik,” ucap Amelia Rahmadani sebagai peserta KKN Moderasi Beragama Desa Cisantana.

Berlatih Pramuka untuk Prestasi dan Pendidikan Moral



Kehadiran Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Moderasi Beragama di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Cisantana sangat membantu terutama dalam proses persiapan lomba pramuka LT II se-Kabupaten Kuningan. Hal tersebut disampaikan oleh pengajar SDN 1 Cisantana, Rabu (14/08/24).

Kegiatan mengajar ini berfokus pada pelatihan pramuka kepada siswa kelas enam (6). Pelatihan yang diberikan diantaranya LKBB (Latihan Ketangkasan Baris Berbaris) Tongkat dan parade yel-yel. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dengan para siswa dan pengjar di SDN 1 Cisantana.

Adanya pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan semangat siswa untuk lebih aktif berkegiatan pramuka sehingga dapat berprestasi tidak hanya dikancah nasional tetapi juga internasional. “adek-adek, pramuka bukan sekedar gerakan dan suara namun pramuka adalah perilaku baik yang bisa di implementasikan dalam kehidupan bermasyrakat sesuai dengan Dasa Dharma Pramuka,” ujar Lalu Indra sebagai peserta KKN Moderasi Beragama Desa Cisantana.

Semarak Agustusan, Bukti Perbedaan Tidak Menghalangi Kebersamaan


Mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) mengikuti kegiatan agustusan di RT 07, Dusun Cisantana, Desa Cisantana, Sabtu  (17/08/24). Acara tersebut merupakan acara puncak dari rangkaian acara dari tanggal 14 Agustus 2024.

Acara puncak tersebut diisi dengan pembagian hadiah lomba Agustusan yang terdiri dari 14 perlombaan untuk orang dewasa dan anak-anak. Selain itu diisi juga dengan hiburan dari masyarakat RT 07 berupa tarian dagelan dan lain sebagainya. "kegiatan ini tidak hanya untuk mengisi kemerdekaan mereka juga mempererat hubungan antar masyarakat terlebih ada mahasiswa yang terlibat disana." ucap Endang selaku ketua RT 07 Dusun Cisantana, Desa Cisantana.

Sebelumnya dilaksanakan acara malam renungan untuk mengawali hari kemerdekaan acara tersebut tentunya diikuti oleh agama Islam Katolik dan kepercayaan Sunda Wiwitan yang menggunakan Indonesia secara bergantian tujuan dari renungan malam adalah untuk mendoakan negara Indonesia sehingga diberkahi oleh Tuhan Yang Maha esa. 

Mahasiswa KKN pun sangat antusias para partisipasi sebagai panitia dan peserta lomba dalam acara tersebut dengan adanya kegiatan tersebut membuat mahasiswa lebih akrab dengan warga dan kita bisa mengetahui bahwa kemajemukan masyarakat RT 07 tidak menghalangi mereka untuk menjalin kebersamaan" ujar Ghilman selaku mahasiswa KKN Moderasi Beragama.

Kegiatan Pengajian: Upaya Menguatkan Nilai-Nilai Moderasi


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Moderasi Beragama desa Cisantana mengikuti kegiatan pengajian rutinan bersama warga di masjid dusun Ciputri, desa Cisantana, Sabtu (20/07/24). Pengajian tersebut membahas tentang moderasi beragama yang disampaikan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Desa Cisantana. Ahmad Mursalin Malar Aswaja.

Ahmad Mursalin menyampaikan bahwa kita harus senantiasa menjaga kerukunan terutama di desa Cisantana yang memiliki warga beragam termasuk dari agama. “Hal tersebut merupakan perintah Allah yang terdapat dalam Qur’an surah al Baqarah ayat 143 yang potongan artinya demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) umat pertengahan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Nabi Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu,” imbuh dia.

Selain itu, dia juga mengingatkan tentang pentingnya menerapkan rasa gotong royong dilingkungan masyarakat sehingga terciptanya kenyamanan dan ketentraman tanpa perpecahan. “terlebih desa cisantana seperti miniatur Indonesia,” ujar Ahmad Mursalin.

Jemaah terlihat antusias mendengarkan pesan-pesan menarik yang disampaikan oleh Ahmad Mursalin. “topik yang disampaikan sangat relevan dengan kehidupan masyarakat di tengah-tengah keberagaman. Saya berharap pengajian ini menjadi istiqomah dan pesan yang disampaikan dapat diterapkan oleh masyarakat,” ucap Lalu Indra selaku jemaah pengajian dan peserta KKN Moderasi Beragama Desa Cisantana.

Pengabdian di TPQ: Upaya Memberikan Dampak Positif Terhadap Pendidikan



Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Moderasi Beragama telah melakukan pengabdian masyarakat di Taman Pendidikan Quran (TPQ), Rabu (14/08/24). Kegiatan ini merupakan kegiatan belajar mengajar kepada anak anak di dusun Ciputri.

Selama masa pengabdian mahasiswa berfokus untuk mengajari baca tulis al quran. Upaya tersebut sangat di apresiasi dan disambut hangat oleh murid dan pengajar TPQ Baitussalam dusun Ciputri. “Kehadiran Mahasiswa KKN Moderasi Beragama sangat membantu. Anak anak jauh lebih semangat datang ke TPQ, tidak hanya untuk belajar al Quran tapi juga untuk ikut kegiatan kreatif yang mereka adakan,” ujar Pengajar TPQ Baitussalam.

Semangat dan antusias murid diharapkan tetap tinggi sehingga kemampuan membaca al Quran dapat meningkat. “tidak hanya itu, dengan adanya TPQ ini di harapkan anak-anak di dusun Ciputri memiliki kegiatan positif,” ucap Fikri, peserta KKN Moderasi Beragama.

Mengenal Sunda Wiwitan sebagai Upaya Memperkuat Moderasi




Mahasiswa KKN Moderasi Beragama telah mengunjungi Paseban Tri Panca Tunggal yang merupakan tempat upacara Saren Taun yang dilakukan oleh umat Sunda Wiwitan, Selasa (30/07/24). Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengenal kepercayaan Sunda Wiwitan yang dijelaskan oleh Gumirat Ratna Alam selaku sesepuh Sunda Wiwitan.

Gumirat Ratna menjelaskan bahwa Sunda Wiwitan merupakan ajaran spiritual leluhur Sunda yang menjaga cara-ciri manusia dan bangsa, dan juga mengedepankan hubungan manusia, Tuhan, dan alam. “ajaran spiritual Sunda Wiwitan yang berpusat di Paseban Tri Panca Tunggal pada kenyataannya mengalami jatuh bangun untuk dapat bertahan diantara gempuran politisasi agama dan kebudayaan lain,” imbuh dia.

Selain itu Gumirat Ratna mengatakan bahwa Tuhan Sunda Wiwitan adalah Sang Hyang Kersa Dan Kitabnya Sahyang Siksa Kendang Karesian. Dia juga menenkankan bahwa perbedaan agama bukan menjadi persoalan di negara Indonesia. “kita ini harus bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena kita di Indonesia kita beraneka ragam seperti dari suku, bangsa, agama, dan budaya,” ujar dia.

Kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi antara mahasiswa KKN Moderasi Beragama dengan sesepuh Sunda Wiwitan. Mahasiswa pun terlihat sangat aktif dan antusias untuk mengetahui lebih dalam tentang Sunda Wiwitan. “kunjungan kali ini berbeda karena kali ini berkunjung ke salah satu kepercayaan yang ada di Kuningan dan itu menjadikan  kita semakin mempererat rasa persaudaraan di tengah keberagaman yang ada,” ujar Ubai selaku peserta KKN Moderasi Beragama Desa Cisantana.

Pelaksanaan Rembuk Warga di RT 07 Dusun Cisantana

Mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) Moderasi Beragama kelompok 2 telah melaksanakan kegiatan Rembuk Warga yang diikuti oleh warga RT 07 Dusun...